JAKARTA, 28 September 2026 — Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Kevin Prayoga, resmi menyelesaikan rangkaian Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI yang berlangsung pada 21–28 September 2026 di Jakarta dan Bogor.
Program tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan, karakter bangsa, persatuan, serta ketahanan nasional. Salah satu fondasi utama yang menjadi bagian dari pemantapan tersebut adalah empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam wawancara pada 28 September 2026, Kevin mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam PPNK Lemhannas memberikan pengalaman penting dalam memahami persoalan kebangsaan secara lebih luas dan komprehensif.
“PPNK Lemhannas bagi saya bukan hanya pendidikan dan pelatihan, tetapi juga ruang refleksi untuk melihat Indonesia secara lebih utuh. Kita kembali diingatkan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi yang harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa,” ujar Kevin.
Menurut Kevin, pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin penting bagi generasi muda di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika global. Generasi pelajar, kata dia, perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan identitas kebangsaannya.
Ia menilai bahwa tantangan Indonesia ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap tanggung jawab kebangsaan.
“Generasi muda harus mampu membaca perubahan zaman, tetapi tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Kemajuan harus berjalan bersama dengan karakter, integritas, dan tanggung jawab kebangsaan,” katanya.
Sebagai Ketua Umum PB PII, Kevin juga menempatkan pengalaman mengikuti PPNK sebagai bagian dari proses memperkuat perspektif kepemimpinan dalam menjalankan amanah organisasi. Ia mengatakan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti program tersebut akan menjadi bekal dalam memperkuat gerakan kepelajaran.
Menurutnya, organisasi pelajar memiliki tanggung jawab untuk menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. PII, lanjut Kevin, harus terus mendorong pelajar untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan mengambil peran dalam menyelesaikannya.
“Pelajar tidak boleh hanya menjadi penonton. Pelajar harus memiliki keberanian untuk mengambil peran dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Karena itu, pendidikan kepelajaran harus membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” ujar Kevin.
Lebih lanjut, Kevin menegaskan bahwa pengalaman PPNK Lemhannas tidak boleh berhenti sebagai pencapaian individual. Ia berkomitmen membawa pengetahuan dan pengalaman tersebut kembali ke lingkungan PB PII agar dapat menjadi bagian dari penguatan gerakan dan pengaderan organisasi.
“Apa yang saya dapatkan selama mengikuti PPNK tidak boleh berhenti pada diri saya. Ini harus dibawa kembali ke organisasi, menjadi pengetahuan bersama, dan diterjemahkan dalam kerja-kerja nyata untuk memperkuat gerakan pelajar,” tuturnya.
Kevin juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami bukan hanya sebagai semboyan negara, tetapi sebagai prinsip yang membentuk cara generasi muda dalam berinteraksi dan membangun kehidupan bersama.
“Indonesia adalah rumah bersama. Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia secara bersama-sama. Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan dan memastikan keberagaman tetap menjadi kekuatan bangsa,” kata Kevin.
Setelah menyelesaikan rangkaian PPNK pada 28 September, Kevin menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas RI dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut. Ia berharap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan dapat terus dikembangkan dalam bentuk pengabdian nyata.
“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti proses ini. Mudah-mudahan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menjalankan amanah dengan lebih baik, khususnya dalam menguatkan gerakan kepelajaran dan memberikan kontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.
Penyelesaian PPNK Lemhannas tersebut menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan Kevin Prayoga dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Umum PB PII. Ia menegaskan bahwa proses belajar mengenai kebangsaan tidak berakhir setelah program selesai, tetapi harus terus diwujudkan melalui kerja, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Indonesia.